Green Faith,Green Future
Ekoteologi sebagai Prediktor Perilaku Pro-Lingkungan Generasi Z
Sebuah pilot di satu madrasah, dibaca dalam konteks krisis ekologis dunia.
Nilai ekoteologi Islam berhubungan positif dan signifikan dengan perilaku pro-lingkungan siswa, dan infrastruktur madrasah memperkuat hubungan itu.
Gen Z sudah peduli. Kebiasaannya yang belum terbentuk.
Riset ini berangkat dari krisis sampah urban Jakarta dan satu celah yang dikenal dalam psikologi lingkungan: attitude–behavior gap, yaitu jarak antara kepedulian dan tindakan sehari-hari.
Data konteks lokal · dikutip dalam presentasi riset (slide “Konteks Krisis Ekologis Urban”)
Timbulan sampah DKI Jakarta
Sumber: presentasi riset MAN 13 (2026)Gen Z yang menyatakan peduli lingkungan
Survei Jakpat, dikutip dalam presentasi risetProporsi sampah plastik DKI
Sumber: presentasi riset MAN 13 (2026)Akumulasi sampah di TPST Bantargebang
Sumber: presentasi riset MAN 13 (2026)Attitude–behavior gap
InterpretasiPresentasi riset mempertanyakan apakah pengetahuan ekologis sekuler cukup untuk memicu aksi seperti pemilahan sampah harian. Jawaban yang diajukan adalah landasan moral-spiritual yang mengikat secara personal: Ekoteologi Islam, cara pandang teo-ekosentris sebagai lawan antroposentrisme.
Bar kedua sengaja dibiarkan tanpa angka. Riset tidak melaporkan persentase aksi harian, jadi aplikasi ini tidak mengarangnya.
Fatwa MUI No. 41 Tahun 2014
Dikutip dalam riset sebagai dasar normatif pengelolaan sampah.
Jakarta Selatan: akumulasi 2,81 juta ton dalam 4 tahun, proyeksi lebih dari 1,23 juta ton pada 2025. MAN 13 berada di Jagakarsa, area strategis untuk intervensi habituasi lingkungan.
Satu madrasah, diukur dengan cermat
Penelitian kuantitatif eksplanatori, korelasional-prediktif, dengan Moderated Regression Analysis (SPSS v26 dan Microsoft Excel). Semua angka di bagian ini berasal dari presentasi riset. Tidak ada data individu responden yang ditampilkan atau dibuat-buat.
Sampel per jenjang kelas
Total 275 · Random samplingInstrumen: 41 butir
Pearson r > r-tabel (0,361) · Cronbach α > 0,70Variabel & dimensi penelitian
Presentasi riset melaporkan hasil pada tingkat variabel (X, Y, M), bukan skor per dimensi. Karena itu dimensi ditampilkan sebagai struktur instrumen, tanpa skor rata-rata per dimensi.
Koefisien regresi (β ± 1 SE)
Semua signifikan pada α = 0,05| Parameter | β | Std. Error | t-hitung | Sig. | Keterangan |
|---|---|---|---|---|---|
| Konstanta (α) | 12,453 | 3,217 | 3,870 | 0,000 | – |
| Ekoteologi Islam (β₁) | 0,612 | 0,089 | 6,876 | 0,000 | Signifikan ✓ |
| Infrastruktur (β₂) | 0,384 | 0,124 | 3,097 | 0,002 | Signifikan ✓ |
| Interaksi X×M (β₃) | 0,147 | 0,052 | 2,827 | 0,005 | Signifikan ✓ |
Daya jelas model
R² = 0,687Efek moderasi: kemiringan X → Y menurut tingkat infrastruktur
Ilustrasi interpretatifKemiringan = β₁ + β₃·M. Saat infrastruktur lebih baik, setiap kenaikan nilai ekoteologi diikuti kenaikan perilaku yang lebih besar. Ini sesuai temuan riset: siswa dengan ekoteologi tinggi dan infrastruktur memadai menunjukkan perilaku pro-lingkungan tertinggi.
Grafik ini memakai koefisien yang dilaporkan dan mengasumsikan M dipusatkan/distandardisasi (praktik umum dalam MRA, tetapi tidak disebut eksplisit dalam presentasi). Garis bukan data responden.
Lima prinsip yang membentuk variabel X
Konstruksi ekoteologi Islam dalam riset ini merujuk pada Nasr (1997), Khalid (2002), Izzi Dien (2000), dan Fatwa MUI No. 41/2014. Pilih satu prinsip untuk melihat makna, rujukan Al-Qur'an, perilaku, dan aksi sekolah yang terkait.
Ekoteologi
Islam
From MAN 13 to the World
MAN 13 Jakarta adalah lingkungan pilot awal. Dari sana kita bisa menjelajahi bagaimana sebuah model berpotensi direplikasi. Pilih skala di peta untuk melihat apa yang sudah terbukti, apa yang ditafsirkan, dan apa yang masih berupa kemungkinan.
Nilai mendorong perilaku. Infrastruktur menguatkannya.
Klik koefisien pada diagram untuk membaca artinya. Garis yang mengalir menunjukkan arah hubungan dalam model.
From values to action
Empat area intervensi dari Blueprint Adiwiyata dalam presentasi riset. Setiap area menghubungkan nilai, perilaku, infrastruktur, dan dampak yang diharapkan.
Seberapa hijau iman dan kebiasaanmu?
Sebelas pernyataan singkat, satu untuk tiap dimensi X, Y, dan M. Sekitar dua menit.
Pilih satu aksi hijau hari ini
Riset menunjukkan nilai saja belum cukup; nilai perlu ditopang sistem. Mulailah dari satu kebiasaan kecil, lalu centang langkahnya. Progresmu tersimpan di peramban ini saja.
Sumber & metodologi
Empat jenis informasi dipisahkan dengan tegas. Interpretasi tidak pernah disajikan sebagai temuan empiris.
MAN 13 Jakarta · 2026
Green Faith, Green Future
Change begins with values.Perubahan dimulai dari nilai.
Values become behavior.Nilai menjadi perilaku.
Behavior becomes culture.Perilaku menjadi budaya.
Culture can become collective impact.Budaya dapat menjadi dampak bersama.
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” — Q.S. Ar-Ra'd: 11