Lewati ke konten
MAN 13 JakartaKemenag RISeptember 2026

Green Faith,Green Future

Ekoteologi sebagai Prediktor Perilaku Pro-Lingkungan Generasi Z

Sebuah pilot di satu madrasah, dibaca dalam konteks krisis ekologis dunia.

Juliana, S.Pd., M.PMat.  |  Popi Delvira, S.Pd. Peneliti · MAN 13 Jakarta · Jagakarsa, Jakarta Selatan
Karya riset · Jakarta Madrasah Competition 2026
Temuan riset lokaln = 275 siswa · MRA
β₁0,612Ekoteologi → Perilaku
β₃0,147Moderasi infrastruktur
R²68,7%Varians perilaku dijelaskan

Nilai ekoteologi Islam berhubungan positif dan signifikan dengan perilaku pro-lingkungan siswa, dan infrastruktur madrasah memperkuat hubungan itu.

MAN 13 JakartaPilot awal: 873 siswa, 275 respondenTemuan
Jakarta · IndonesiaKonteks sampah urban & 846 MANUsulan
Asia TenggaraKawasan urban & mayoritas muslimInterpretasi
Isu Ekologis Global12 isu dengan sumber terbukaFakta global
Model Green FaithKerangka yang bisa diuji ulang di tempat lainPotensi
02 Why It Matters

Gen Z sudah peduli. Kebiasaannya yang belum terbentuk.

Riset ini berangkat dari krisis sampah urban Jakarta dan satu celah yang dikenal dalam psikologi lingkungan: attitude–behavior gap, yaitu jarak antara kepedulian dan tindakan sehari-hari.

Cara membaca aplikasi ini:Fakta globalTemuan riset lokalInterpretasiPotensi aplikasi

Data konteks lokal · dikutip dalam presentasi riset (slide “Konteks Krisis Ekologis Urban”)

8.700ton/hari

Timbulan sampah DKI Jakarta

Sumber: presentasi riset MAN 13 (2026)
89%

Gen Z yang menyatakan peduli lingkungan

Survei Jakpat, dikutip dalam presentasi riset
22,95%

Proporsi sampah plastik DKI

Sumber: presentasi riset MAN 13 (2026)
55juta ton

Akumulasi sampah di TPST Bantargebang

Sumber: presentasi riset MAN 13 (2026)

Attitude–behavior gap

Interpretasi
Kepedulian Gen Z (Survei Jakpat)89%
Aksi nyata harian, misalnya memilah sampahbelum terukur

Presentasi riset mempertanyakan apakah pengetahuan ekologis sekuler cukup untuk memicu aksi seperti pemilahan sampah harian. Jawaban yang diajukan adalah landasan moral-spiritual yang mengikat secara personal: Ekoteologi Islam, cara pandang teo-ekosentris sebagai lawan antroposentrisme.

Bar kedua sengaja dibiarkan tanpa angka. Riset tidak melaporkan persentase aksi harian, jadi aplikasi ini tidak mengarangnya.

Rujukan keagamaan

Fatwa MUI No. 41 Tahun 2014

Dikutip dalam riset sebagai dasar normatif pengelolaan sampah.

Membuang sampah sembaranganHARAM
Mendaur ulang sampahWAJIB KIFAYAH

Jakarta Selatan: akumulasi 2,81 juta ton dalam 4 tahun, proyeksi lebih dari 1,23 juta ton pada 2025. MAN 13 berada di Jagakarsa, area strategis untuk intervensi habituasi lingkungan.

03 MAN 13 Pilot

Satu madrasah, diukur dengan cermat

Penelitian kuantitatif eksplanatori, korelasional-prediktif, dengan Moderated Regression Analysis (SPSS v26 dan Microsoft Excel). Semua angka di bagian ini berasal dari presentasi riset. Tidak ada data individu responden yang ditampilkan atau dibuat-buat.

Temuan riset lokal
873Populasi siswa aktif MAN 13
275Responden (sampel final)
41Butir kuesioner, Likert 1–5
5Dimensi Ekoteologi (X)
4Dimensi Perilaku (Y)
2Dimensi Infrastruktur (M)

Sampel per jenjang kelas

Total 275 · Random sampling
Kelas X 18,2%Kelas XI 49,1%Kelas XII 32,7%
n = N / (1 + N·e²) = 873 / (1 + 873 × 0,0025) ≈ 275  ·  e = 0,05

Instrumen: 41 butir

Pearson r > r-tabel (0,361) · Cronbach α > 0,70

Variabel & dimensi penelitian

Presentasi riset melaporkan hasil pada tingkat variabel (X, Y, M), bukan skor per dimensi. Karena itu dimensi ditampilkan sebagai struktur instrumen, tanpa skor rata-rata per dimensi.

Koefisien regresi (β ± 1 SE)

Semua signifikan pada α = 0,05
ParameterβStd. Errort-hitungSig.Keterangan
Konstanta (α)12,4533,2173,8700,000–
Ekoteologi Islam (β₁)0,6120,0896,8760,000Signifikan ✓
Infrastruktur (β₂)0,3840,1243,0970,002Signifikan ✓
Interaksi X×M (β₃)0,1470,0522,8270,005Signifikan ✓

Daya jelas model

R² = 0,687
Ŷ = 12,453 + 0,612X + 0,384M + 0,147(X×M)

Efek moderasi: kemiringan X → Y menurut tingkat infrastruktur

Ilustrasi interpretatif
Kemiringan0,612
β₁0,612
β₃ · M0,000

Kemiringan = β₁ + β₃·M. Saat infrastruktur lebih baik, setiap kenaikan nilai ekoteologi diikuti kenaikan perilaku yang lebih besar. Ini sesuai temuan riset: siswa dengan ekoteologi tinggi dan infrastruktur memadai menunjukkan perilaku pro-lingkungan tertinggi.

Grafik ini memakai koefisien yang dilaporkan dan mengasumsikan M dipusatkan/distandardisasi (praktik umum dalam MRA, tetapi tidak disebut eksplisit dalam presentasi). Garis bukan data responden.

04 Green Deen Framework

Lima prinsip yang membentuk variabel X

Konstruksi ekoteologi Islam dalam riset ini merujuk pada Nasr (1997), Khalid (2002), Izzi Dien (2000), dan Fatwa MUI No. 41/2014. Pilih satu prinsip untuk melihat makna, rujukan Al-Qur'an, perilaku, dan aksi sekolah yang terkait.

Green Deen
Ekoteologi
Islam
05 Global Issues

From MAN 13 to the World

MAN 13 Jakarta adalah lingkungan pilot awal. Dari sana kita bisa menjelajahi bagaimana sebuah model berpotensi direplikasi. Pilih skala di peta untuk melihat apa yang sudah terbukti, apa yang ditafsirkan, dan apa yang masih berupa kemungkinan.

MAN 13→Jakarta→Indonesia→Asia→Dunia
One madrasah→One model→Many communities?
Filter prinsip
06 Research Model

Nilai mendorong perilaku. Infrastruktur menguatkannya.

Klik koefisien pada diagram untuk membaca artinya. Garis yang mengalir menunjukkan arah hubungan dalam model.

Y = α + β₁X + β₂M + β₃(X×M) + ε  ·  Moderated Regression Analysis
07 Action Blueprint

From values to action

Empat area intervensi dari Blueprint Adiwiyata dalam presentasi riset. Setiap area menghubungkan nilai, perilaku, infrastruktur, dan dampak yang diharapkan.

Potensi aplikasiDampak di bawah adalah target, belum hasil terukur.
08 Green Faith Digital Check-Up

Seberapa hijau iman dan kebiasaanmu?

Sebelas pernyataan singkat, satu untuk tiap dimensi X, Y, dan M. Sekitar dua menit.

09 Take Action

Pilih satu aksi hijau hari ini

Riset menunjukkan nilai saja belum cukup; nilai perlu ditopang sistem. Mulailah dari satu kebiasaan kecil, lalu centang langkahnya. Progresmu tersimpan di peramban ini saja.

10 Research & Sources

Sumber & metodologi

Empat jenis informasi dipisahkan dengan tegas. Interpretasi tidak pernah disajikan sebagai temuan empiris.

MAN 13 Jakarta · 2026

Green Faith, Green Future

Change begins with values.Perubahan dimulai dari nilai.

Values become behavior.Nilai menjadi perilaku.

Behavior becomes culture.Perilaku menjadi budaya.

Culture can become collective impact.Budaya dapat menjadi dampak bersama.

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” — Q.S. Ar-Ra'd: 11